
Cara Merawat Jubah yang Benar agar Awet, Bersih, dan Tetap Rapi
Jubah adalah pakaian yang sering dipakai untuk shalat, kajian, dan acara penting. Karena itu, merawatnya bukan hanya soal agar awet, tetapi juga bagian dari menjaga kebersihan dan kerapian saat beribadah. Berikut panduan singkat berdasarkan tuntunan Islam dan tips praktis perawatan.
Menjaga Kebersihan Pakaian adalah Tuntunan Islam
Allah Ta’ala berfirman:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
“Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS. Al-Muddatstsir: 4)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Bersuci adalah separuh dari iman.” (HR. Muslim no. 223)
Beliau pernah melihat seorang laki-laki yang rambutnya kusut dan pakaiannya kotor, lalu bersabda: “Apakah orang ini tidak mendapati air untuk mencuci pakaiannya?” (HR. Abu Dawud no. 4062, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa pakaian yang paling disukai Rasulullah ﷺ adalah qamis, yaitu pakaian panjang sejenis gamis atau jubah. (HR. Abu Dawud no. 4025 dan Tirmidzi no. 1762)
Dari sini kita belajar bahwa merawat jubah dengan baik adalah bagian dari adab, bukan sekadar urusan penampilan.
Cara Mencuci Jubah
- Baca label perawatan dulu. Setiap bahan punya karakter berbeda. Ikuti anjuran pada label jika ada.
- Pisahkan berdasarkan warna. Cuci jubah putih atau warna terang terpisah dari warna gelap agar tidak luntur menempel.
- Balik bagian dalam ke luar. Cara ini menjaga warna dan permukaan kain dari gesekan.
- Gunakan deterjen yang lembut. Deterjen terlalu keras bisa membuat warna cepat pudar dan serat kain kasar.
- Hindari pemutih untuk jubah berwarna. Untuk jubah putih pun, pakai seperlunya dan jangan terlalu sering.
- Rendam sebentar saja. Rendaman terlalu lama, apalagi bersama pakaian lain, berisiko membuat warna luntur.
- Bilas sampai bersih. Sisa sabun yang tertinggal bisa membuat kain kaku dan meninggalkan bercak.
Jika jubah terkena najis, cucilah dengan air hingga najisnya hilang. Dalam hadis tentang darah pada pakaian, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar dikerik, digosok dengan air, dibilas, lalu pakaian itu boleh dipakai shalat. (HR. Bukhari no. 227 dan Muslim no. 291)
Cara Menjemur
- Jemur dalam keadaan terbalik dan di tempat yang berangin.
- Hindari terik matahari langsung terlalu lama, terutama untuk jubah berwarna gelap, karena bisa membuat warna pudar.
- Gunakan hanger, bukan dijepit di bagian pundak atau bahu, agar bentuk jubah tidak berubah.
- Rapikan kerah dan lengan sebelum dijemur agar lebih mudah disetrika.
Cara Menyetrika
- Atur suhu sesuai bahan. Katun bisa lebih panas, sedangkan bahan tipis atau halus butuh suhu rendah sampai sedang.
- Setrika dari bagian dalam atau alasi dengan kain tipis agar kain tidak mengkilap.
- Mulai dari bagian kecil, yaitu kerah, lengan, dan manset, lalu lanjut ke badan dan bagian bawah.
- Gunakan uap (steam) untuk bahan yang mudah kusut, jika tersedia.
Mengatasi Masalah yang Sering Muncul
- Noda keringat di kerah dan ketiak: cuci sesegera mungkin setelah dipakai. Noda yang dibiarkan lama lebih sulit hilang.
- Jubah putih menguning: biasanya karena sisa keringat, sabun yang tidak terbilas, atau penyimpanan yang lembap. Cuci dengan benar dan pastikan kering sempurna sebelum disimpan.
- Bau apek: jangan simpan jubah yang masih lembap. Anginkan terlebih dahulu.
- Parfum: jangan menyemprotkan wewangian langsung ke kain karena bisa meninggalkan noda. Semprotkan ke tubuh atau pada jarak yang cukup jauh.
Cara Menyimpan
- Simpan dalam keadaan bersih dan benar-benar kering.
- Gantung dengan hanger agar tidak kusut. Jika dilipat, lipat rapi dan jangan ditumpuk terlalu berat.
- Beri sirkulasi udara di lemari. Kantong silika atau sachet pewangi alami bisa membantu mengurangi lembap.
- Pisahkan jubah untuk acara khusus, misalnya untuk Jumat atau hari raya. Hal ini sejalan dengan hadis tentang memiliki pakaian khusus untuk hari Jumat (HR. Abu Dawud no. 1078 dan Ibnu Majah no. 1095).
Penutup
Merawat jubah dengan baik membuatnya lebih awet, tetap enak dipandang, dan layak dipakai ke masjid. Perawatan yang sederhana tetapi rutin adalah bentuk syukur atas nikmat Allah dan bagian dari memuliakan ibadah kita.