Beberapa masalah berkaitan dengan jenis-jenis mandi, apakah ia mencukupi untuk sholat dengan tanpa wudhu..??

06 April 2017 - Kategori Blog

ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ : ﻟﻢ ﻳﺨﺘﻠﻒ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺃﻥ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺩﺍﺧﻞ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﻐﺴﻞ، ﻭﺃﻥ ﻧﻴﺔ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﺍﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﺗﺄﺗﻲ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﺍﻟﺤﺪﺙ ﻭﺗﻘﻀﻲ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻷﻥ ﻣﻮﺍﻧﻊ ﺍﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻣﻮﺍﻧﻊ ﺍﻟﺤﺪﺙ، ﻓﺪﺧﻞ ﺍﻷﻗﻞ ﻓﻲ ﻧﻴﺔ ﺍﻻﻛﺜﺮ، ﻭﺃﺟﺰﺃﺕ ﻧﻴﺔ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻋﻨﻪ .

🍁 orang yang telah mandi janabah bisa langsung sholat tanpa harus wudhu.

Berkata Ibnu Al-aroby rohimahullah :

” Tidak ada perselisihan di kalangan ulama bahwa taharoh dengan wudhu itu masuk di bawah taharoh dengan mandi besar, niat untuk melakukan taharah karena janabah sudah masuk di dalamnya taharoh untuk hadast kecil, & taharoh janabah sudah memback up taharah karena hadast kecil, karena penghalang yang ada disebabkan oleh janabah lebih banyak ketimbang penghalang yang terdapat karena sebab hadast kecil, jadi, niat taharah karena hadast kecil sudah masuk dalam niat taharah karena janabah, dan taharah karena janabah ini sudah mencukupi taharah karena hadast (sehingga ga butuh wudhu lagi setelah mandi janabah).”

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺨﺮﺷﻲ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺧﻠﻴﻞ : ﻓﺈﻥ ﺍﻗﺘﺼﺮ ﺍﻟﻤﺘﻄﻬﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺃﺟﺰﺃﻩ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ، ﺃﻣﺎ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻼ ﻳﺠﺰﺉ ﻋﻦ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ، ﻭﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﺼﻼﺓ . ﺍﻧﺘﻬﻰ

🍁 orang yang melakukan mandi janabah, mencukupi baginya untuk langsung solat, namun mandi yang lain (selain janabah) tidaklah mencukupi, & harus melakukan wudhu terlebih dahulu.

Berkata Al-Khorsyi. rohimahullah dalam kitab Mukhtasor kholil :

” Jika seorang yang bersuci mencukupkan diri hanya dengan mandi saja tanpa melakukan wudhu, itu sudah mencukupinya, ini jika mandinya adalah mandi wajib (janabah), adapun mandi yang lain selain mandi janabah (mandi jumat, mandi biasa, mandi untuk mendinginkan diri) tidak bisa menjadi pengganti wudhu/tidak mencukupinya, dan ia harus berwudu terlebih dahulu jika hendak solat.”

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻭﻻ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﻮﺿﺄ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻐﺴﻞ ، ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺣﺼﻞ ﻧﺎﻗﺾ ﻣﻦ ﻧﻮﺍﻗﺾ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺃﻭ ﺑﻌﺪﻩ، ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﻮﺿﺄ ﻟﻠﺼﻼﺓ، ﻭﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺤﺪﺙ ﻓﺈﻥ ﻏﺴﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﻳﺠﺰﺉ ﻋﻦ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺳﻮﺍﺀ ﺗﻮﺿﺄ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺃﻡ ﻟﻢ ﻳﺘﻮﺿﺄ.

🍁 jika ada pembatal wudhu di tengah proses mandi, atau setelah mandi

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah berkata :

” Tidak ada kewajiban bagi seseorang yang mandi janabah untuk berwudhu lagi setelahnya, kecuali jika ada salah satu pembatal dari pembatal-pembatal wudhu di tengah prosesi mandi atau setelahnya, ketika itu terjadi, maka wajib baginya untuk berwudu jika hendak solat, namun jika tidak didapati pembatal wudhu, mandi janabah yg ia lakukan sudah mencukupi dari wudhu, entah ia sudah wudhu terlebih dahulu sebelum mandi janabah ataukah belum.”

🍂 Kesimpulan :

1. Mandi janabah bisa mewakili wudhu, orang yang melakukan mandi janabah kmudian hendak solat, tidak butuh lagi baginya untuk berwudhu.

2. Mandi yang bisa mewakili wudhu ini hanyalah mandi janabah saja, tidak untuk mandi yg lain.

3. Jika terjadi adanya salah satu pembatal wudhu di tengah mandi atau setelahnya, wajib untuk berwudu ketika hendak solat.

Wallahu a’lam

📙 :
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=128234

# Setyawan Tugiyono #

sumber : alkarimah.or.id

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter
Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do op